Berita

Tiket FIFA untuk Pengalaman Api

Tiket FIFA untuk Pengalaman Api

Orang Indonesia telah menjadi juara dunia sepakbola selama beberapa tahun sekarang, jadi itu hanya masalah waktu sebelum mereka memulai pencarian untuk mencoba dan menjadi tuan rumah edisi selanjutnya dari Piala Kejuaraan Api Bebas Indonesia. Ini adalah salah satu kompetisi paling bergengsi yang dinikmati dunia sepak bola, dan juga turnamen yang sering diselenggarakan oleh negara-negara Asia yang memiliki sejarah kuat dalam olahraga. Sekarang setelah mereka membuat keputusan untuk menjadi tuan rumah, masuk akal untuk melihat bagaimana permainan ini dimainkan di Indonesia dan apa artinya bagi masa depan permainan.

Tiket FIFA untuk Pengalaman Mantap

Meskipun ini akan menjadi edisi pertama Piala Api Bebas Indonesia, tim nasional Indonesia telah memiliki beberapa pengalaman dengan kompetisi internasional. Mereka telah berhasil bermain di turnamen internasional di berbagai belahan dunia, meskipun mereka belum memenangkan gelar apa pun di ajang ini. Mereka juga berkompetisi dalam beberapa kesempatan lain, tetapi tersingkir dari kompetisi juga.

Hal pertama yang harus Anda ketahui tentang edisi baru Indonesia Free Fire Champions Cup adalah tidak akan menampilkan tim dari mana pun di dunia. Sebagai gantinya, acara ini akan menampilkan tim dari masing-masing provinsi di Indonesia, tetapi kompetisi akan dilakukan antara tim dari dua provinsi yang membentuk negara. Ini berarti bahwa tim-tim dari provinsi Jakarta dan Bandung akan saling bersaing dalam format eliminasi ganda.

Selain itu, akan ada dua tim per provinsi. Setiap tim akan mewakili provinsi Jakarta dalam turnamen, sedangkan tim Bandung akan berasal dari provinsi Bandung. Berikut adalah beberapa tim yang akan berlaga di Indonesian Fire Champion Cup Indonesia:

BACA JUGA : Kementerian Pemuda dan Olahraga Masih Status Hukum Untuk eSports

Tiket FIFA untuk Pengalaman Yang Nikmat

Kerama-e: Ini adalah tim yang baru-baru ini ditunjuk sebagai tim nasional tunggal di Indonesia, dan dipimpin oleh Pelatih Tim Nasional Sariyya Mukukocir dan Kapten Orville Aspiya. Kerama-e adalah tim yang sangat disegani yang sebelumnya merupakan bagian dari tim nasional Myanmar, dan memiliki pengalaman bermain di seluruh dunia. Srusef Sariyya diwakili oleh gelandang Zahiro, dan mantan kapten Srusef Kemarudin.

Sukurat: Tim ini adalah bagian dari liga sebelumnya, tetapi dibubarkan karena masalah keuangan, dan sekarang akan bermain di Divisi 1 liga Indonesia. Tim akan dipimpin oleh mantan kapten Indonesia Sanusi Narwanto. Zahiro Tabisani pemain bertahan Sandi Iwan dan penjaga gawang Ibi Yeni.

Agosia-Komodo-Ikaria: Tim ini adalah bagian dari divisi sebelumnya, tetapi tidak pernah dapat menemukan jalan kembali ke tim nasional. Sekarang, bagaimanapun, ia telah bergabung dengan tim nasional, dan itu akan diwakili oleh pemain belakang Zahiro Tabisani dan kiper Benyam Hacah. Tim ini akan diwakili oleh gelandang Borhan Sobiljubung.

Sumatera Negara: Tim ini adalah bagian dari tim nasional sebelumnya, tetapi dibubarkan karena masalah keuangan. Namun, sekarang sudah kembali, dan itu akan diwakili oleh gelandang G. Fardi.

BACA JUGA : Moonton Menyelenggarakan Turnamen Mobile Legends

Tiket FIFA untuk Pengalaman Sejarah Di Hidup Anda

Kecil-Elau: Tim ini sebelumnya dikenal sebagai Pemberontakan Ekonomo Nasional, dan ini adalah tim Indonesia dari provinsi Kecil-Elau. Kecil-Elau adalah bagian dari tim nasional provinsi, dan akan diwakili oleh striker Washi Nurxri Nasruddin dan Johan Ali Bhikras. Mereka akan bergabung dengan striker Justo Luna dan Baksim Edhi.

Wilayah Tengah: Tim ini sebelumnya dikenal sebagai Wilayah Tengah Bukit Batok, dan sekarang dikenal sebagai Kesultanan Tengah Papua Barat. Pemberontakan Ekonomo pemain defensif Noel Barak dan Joseph Rombos. Mereka akan bergabung dengan gelandang Adam Sani dan Anthony Ocinzo.

Perdana-Kata-Buda: Tim ini sebelumnya dikenal sebagai Gorila Penang, dan itu adalah bagian dari tim nasional sebelumnya. Baksim Edhi diwakili oleh pemain Dono Ribao Gladi dan Leonie Yi Ng.