Berita

Kementerian Pemuda dan Olahraga Masih Status Hukum Untuk eSports

Kementerian Pemuda dan Olahraga Masih Status Hukum Untuk eSports

Kemungkinan nyata bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga berstatus legal bagi setiap eSport. Kami menjawab pertanyaan di sini. Pada bulan Maret, 2020, Departemen Kebudayaan dan Kantor Hukum untuk Olahraga membuat pernyataan bersama kepada pers yang menyatakan bahwa Departemen Kebudayaan sedang menyelidiki Kementerian Pemuda dan Olahraga. Setelah diskusi lebih lanjut antara keduanya, diketahui bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga telah dihapus dari daftar organisasi e-Olahraga. Apa hubungan antara ini?

Kementerian Pemuda dan Olahraga Masih Status Hukum Dalam eSports

Kementerian Pemuda dan Olahraga mengeluarkan keputusan tentang bagaimana organisasi e-Sports diizinkan untuk melakukan bisnis. Putusan itu sebagai tanggapan terhadap keluhan dari asosiasi sponsor e-Sports. Asosiasi para sponsor tidak suka bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga mengatur e-Sports. Kementerian Pemuda dan Olahraga memutuskan bahwa e-Sports tidak dianggap sebagai olahraga oleh Kementerian Olahraga, melainkan sebuah acara.

Jika e-Sports bukan olahraga, apa perbedaan antara itu dan acara olahraga? Bahkan jika itu tidak dianggap sebagai olahraga oleh Kementerian Olahraga, itu masih merupakan suatu peristiwa karena ada persaingan untuk hal-hal yang sama dengan acara-acara olahraga.

Banyak orang berpikir bahwa ada hal yang berbeda di antara keduanya, tetapi pemerintah mengklarifikasi masalah ini. Faktanya, Kementerian Olahraga lebih mementingkan arti olahraga dalam e-Sports daripada olahraga. Bagi mereka, e-Sports keduanya adalah acara. Ini bukan olahraga hanya karena ada persaingan.

BACA JUGA : Moonton Menyelenggarakan Turnamen Mobile Legends

Pemuda dan Olahraga Dalam eSports

Di Jepang, mereka sebenarnya mengadopsi definisi baru untuk e-Sports dalam hukum negara mereka. Mereka mendefinisikan e-Sports sebagai kegiatan seperti turnamen, liga, kompetisi, dll. Dan memberikan banyak jenis acara dalam kategori ini.

Mereka ingin memberi kesan bahwa e-Sports adalah bentuk kompetisi tetapi tidak benar-benar berarti apa-apa kecuali untuk berbagai organisasi e-Sports yang menggunakan kata kompetisi dalam materi pemasaran mereka. Sekarang, mereka telah mengklarifikasi bahwa e-Sports adalah acara yang diakui oleh Kementerian Olahraga.

Tampaknya Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengubah pandangannya tentang e-Sports. Mereka telah menyatakan bahwa itu adalah permainan dan bukan olahraga. Kelihatannya tidak benar, seperti di Jepang, mereka menggunakan istilah permainan.

Namun, penting juga untuk dicatat bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak memiliki niat untuk menutup industri e-Sports. Itu hanya membuat klarifikasi kepada perusahaan dan individu yang telah diancam akan ditutup oleh Kementerian Olahraga.

Ini adalah alasan mengapa organisasi e-Sports tidak dianggap sebagai perusahaan di bawah hukum. Ini karena perusahaan tidak menjelaskan kepada publik bahwa itu adalah perusahaan di bawah hukum. Tetapi karena diakui sebagai acara olahraga, sebenarnya hal itu sama dengan perusahaan di bawah hukum.

BACA JUGA : MLBB Carnival Budaya Daerah Tangerang

Pemuda dan Olahraga Dalam eSports Mobile Legends

Dapat dilihat bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga masih merasakan hal yang sama tentang e-Sports. Mereka tidak mampu menutup seluruh sektor yang sudah ada. Mereka juga tidak ingin berperang dengan bisnis dan perusahaan e-Sports.

Inilah sebabnya mengapa Kementerian Pemuda dan Olahraga masih mengatur e-Sports dengan cara yang sama seperti olahraga. Selama ada kemungkinan bahwa mungkin ada persaingan untuk hal yang sama, e-Sports akan tetap ada.

Kementerian Pemuda dan Olahraga e-Sportskeputusan tentang bagaimana organisasi e-Sports diizinkan untuk melakukan bisnis e-Sports. Putusan itu sebagai e-Sports terhadap keluhan dari asosiasi sponsor e-Sports. Asosiasi para e-Sports tidak suka bahwa Kementerian Pemuda e-Sports dan Olahraga mengatur e-Sports. Kementerian Pemuda dan e-Sports Olahraga memutuskan bahwa e-Sports tidak dianggap sebagai olahraga oleh Kementerian Olahraga, melainkan sebuah acara e-Sports.